<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Hi hi hi !</title>
	<atom:link href="http://nanik.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nanik.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Nov 2009 05:42:55 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='nanik.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/045be6fa783831e35206db78c7a340a6?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Hi hi hi !</title>
		<link>http://nanik.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Satu rindu</title>
		<link>http://nanik.wordpress.com/2009/11/10/satu-rindu/</link>
		<comments>http://nanik.wordpress.com/2009/11/10/satu-rindu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 05:42:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nanik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nanik.wordpress.com/?p=298</guid>
		<description><![CDATA[hujan, kau ingatkan aku
tentang satu rindu di masa yang lalu
saat mimpi masih indah bersamamu
terbayang satu wajah penuh cinta penuh kasih
terbayang satu wajah penuh dengan kehangatan
kau Ibu, oh ibu
Allah ijinkanlah aku bahagiakan dia
meski dia jauh
biarkanlah aku berarti untuk dirinya
oh Ibu, oh Ibu
By Opick
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nanik.wordpress.com&blog=1038273&post=298&subd=nanik&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>hujan, kau ingatkan aku<br />
tentang satu rindu di masa yang lalu<br />
saat mimpi masih indah bersamamu</p>
<p>terbayang satu wajah penuh cinta penuh kasih<br />
terbayang satu wajah penuh dengan kehangatan</p>
<p>kau Ibu, oh ibu</p>
<p>Allah ijinkanlah aku bahagiakan dia<br />
meski dia jauh<br />
biarkanlah aku berarti untuk dirinya<br />
oh Ibu, oh Ibu</p>
<p>By Opick</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nanik.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nanik.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nanik.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nanik.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nanik.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nanik.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nanik.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nanik.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nanik.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nanik.wordpress.com/298/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nanik.wordpress.com&blog=1038273&post=298&subd=nanik&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nanik.wordpress.com/2009/11/10/satu-rindu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03cdcf9df002b3c5734fb139414f2a99?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nanik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengalaman pertama mengedit video</title>
		<link>http://nanik.wordpress.com/2009/07/12/pengalaman-pertama-mengedit-video/</link>
		<comments>http://nanik.wordpress.com/2009/07/12/pengalaman-pertama-mengedit-video/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Jul 2009 19:36:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nanik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nanik.wordpress.com/?p=284</guid>
		<description><![CDATA[Saya menggunakan Canon IVIS  HF20 untuk merekam kegiatan anak2. Dengan perangkat tersebut, file video yang dihasilkan, disimpan dengan ektensi &#8220;titik mts&#8221; (.mts). Begitu akan mengedit file tersebut, baru tahu kalau tak satu pun program media player yang sudah ter-install di komputer saya (windows media player dan media player classic) , dapat membaca file mts. Terpaksa, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nanik.wordpress.com&blog=1038273&post=284&subd=nanik&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Saya menggunakan Canon IVIS  HF20 untuk merekam kegiatan anak2. Dengan perangkat tersebut, file video yang dihasilkan, disimpan dengan ektensi &#8220;titik mts&#8221; (.mts). Begitu akan mengedit file tersebut, baru tahu kalau tak satu pun program <em>media player</em> yang sudah ter-install di komputer saya (<em>windows media player</em> dan <em>media player classic</em>) , dapat membaca file mts. Terpaksa, saya install <em>Image Mixer</em>, yang include di CD pada saat membeli kamera video Canon. Jang &#8230; jang &#8230; jang, akhirnya saya pun bisa menonton video anak2 di komputer menggunakan <em>Image Mixer Player</em>.</p>
<p>Saya pikir, <em>Image Mixer</em> juga punya fasilitas edit video, seperti memotong clip, menyisipkan judul, menggabungkan clip. Ternyata tidak. Jadi, saya harus menggunakan satu-satunya program untuk mengedit video yang saya punya, yaitu <em>Windows Movie Maker,</em> yang  sayangnya tidak bisa membaca file berekstensi .mts. Nyari-nyari di internet, akhirnya dapat versi uji coba dari program <em>Total Video Converter</em>, yang bisa mengonversi file .mts ke berbagai ekstensi yang lain. File .mts akhirnya sukses dikonversi ke .avi.</p>
<p>Nah, dengan file .avi, saya siap mengedit video menggunakan <em>Windows Movie Maker</em>. Awalnya saya kira akan susah (mengingat ini adalah pertama kali). Tapi ternyata mudah banget mengedit video menggunakan <em>Windows Movie Maker</em>. Begitu program dijalankan dan menyimak sejenak panduan (menu)  yang terpampang di layar (-&gt;baca windows), kita bisa langsung tahu bagaimana caranya menggabungkan/memotong clip, menyisipkan narasi/judul, dan tugas-tugas lain.</p>
<p>Seperti kata pepatah, banyak jalan menuju roma, maka saya pikir, banyak pula macam-macam pengalaman pertama mengedit video. Kebetulan, saya melewati jalan seperti yang saya ceritakan di atas.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nanik.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nanik.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nanik.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nanik.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nanik.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nanik.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nanik.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nanik.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nanik.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nanik.wordpress.com/284/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nanik.wordpress.com&blog=1038273&post=284&subd=nanik&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nanik.wordpress.com/2009/07/12/pengalaman-pertama-mengedit-video/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03cdcf9df002b3c5734fb139414f2a99?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nanik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sekarang, lebih lega &#8230;.</title>
		<link>http://nanik.wordpress.com/2009/07/10/sekarang-lebih-lega/</link>
		<comments>http://nanik.wordpress.com/2009/07/10/sekarang-lebih-lega/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Jul 2009 05:21:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nanik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Research]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nanik.wordpress.com/?p=271</guid>
		<description><![CDATA[Lega. Itulah perasaan saya saat ini. Setelah melewati masa sulit sejak bulan Januari (sulit menurut saya lho &#8230;), sekarang saya menjadi lebih rileks. Bulan Januari, saat pertama kali saya merasakan kehamilan anak ketiga saya, setelah sebelumnya, pada bulan Desember, saya mendapat pemberitahuan bahwa paper saya ditolak, adalah awal dari masa sulit itu. Dalam kondisi tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nanik.wordpress.com&blog=1038273&post=271&subd=nanik&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Lega. Itulah perasaan saya saat ini. Setelah melewati masa sulit sejak bulan Januari (sulit menurut saya lho &#8230;), sekarang saya menjadi lebih rileks. Bulan Januari, saat pertama kali saya merasakan kehamilan anak ketiga saya, setelah sebelumnya, pada bulan Desember, saya mendapat pemberitahuan bahwa paper saya ditolak, adalah awal dari masa sulit itu. Dalam kondisi tidak stabil, baik fisik maupun mental, yang selalu saya alami pada saat hamil muda, berbagai pertanyaan dan kebimbangan, memperparah kondisi saya.</p>
<p>Bagaimana saya menjelaskan kehamilan saya ke Profesor? Apakah Profesor akan mau mengerti, mengingat kejadian ini bukanlah yang pertama? Tahun 2003 saya pernah di-black-list Monbukagakusho karena hamil pada saat akan berangkat studi. Alhamdulillah, tahun 2006, setelah Roy berumur 3,5 tahun, bisa berangkat dengan beasiswa Hitachi. Dan sekarang, sebelum lulus, ehhh &#8230; kok hamil lagi. Apakah Profesor mau memahami?</p>
<p>Kebimbangan berikutnya, apakah saya akan bisa menyelesaikan studi saya? Apalagi waktu itu, baru tahu bahwa paper saya ditolak. PD rasanya sudah terbang entah kemana. Belum lagi rasa mual yang menyerang hampir sepanjang hari. Bisakah saya belajar dalam kondisi seperti ini?</p>
<p>Saya tidak mau menyerah. Tidak mau kalah. Saya tidak mau mengecewakan suami (yang rela cuti diluar tanggungan negara untuk menemani saya belajar di di sini), anak2, orang tua, Profesor, Jurusan, Hitachi, pokoknya semua pihak yang berkepentingan dengan studi saya. Akhirnya, bulan Januari, Pebruari, Maret, April, menjadi bulan perjuangan (ceileee, seperti perang saja &#8230;), yang lucu untuk dikenang. Pagi-pagi berangkat ke lab dengan membawa berbagai macam amunisi pereda mual (cemilan2 beli di seven eleven). Begitu sampai di lab, duduk, nyalain komputer, nggak sampai setengah jam, sudah nggak betah, dan boyongan pindah ke perpustakaan. Sampai di perpustakaan, karena kecapekan jalan, biasanya jadi ngantuk, liyer-liyer atau duduk bengong. Tapi kalau pas nggak terlalu capek, alhamdulillah, sedikit-sedikit bisa nyicil nulis program. Kalau pas programnya error, rasa mual terasa semakin menjadi-jadi, dan seharian tidak bergairah untuk mengerjakan apapun juga. Bener-bener masa sulit. Sampai saya bisa ngerasain yang namanya &#8220;hidup segan mati tak mau&#8221; (hehehe, segitu parahnya &#8230;).</p>
<p>Akhir April, program yang saya tulis sedikit demi sedikit, mulai menampakkan bentuknya. Pas seminar, saat saya mempresentasikan hasil riset saya, Profesor terlihat senang. Setelah seminar, beliau meminta untuk menuliskan hasil riset tersebut dalam sebuah paper. Dua minggu kemudian, jadilah paper saya. Berbekal paper tersebut, dengan perasaan dag dig dug, saya memberitahu Profesor tentang kehamilan saya. Wes, apapun konsekuensinya, saya harus cerita. Alhamdulillah, ternyata Profesor memahami. Beliau malah menanyakan tanggal persalinan, supaya bisa menyiapkan istrinya untuk membantu (nggak tahu, bantu apa ya?) pada tanggal tersebut. Beliau juga memberitahu kapan saya harus men-submit disertasi, kapan ujian, dan juga menyarankan untuk men-split paper yang sudah saya tulis menjadi dua, dan men-submit ke 2 jurnal yang berbeda. Setelah itu, saya menjadi semakin bersemangat. Apalagi, rasa mual sudah mulai hilang, digantikan dengan rasa berat, karena perut yang mulai membesar (hehehe &#8230;). Dan kini, meski belum benar-benar dalam posisi &#8220;aman&#8221;, saya lebih lega, karena sudah punya 2 paper konferensi dan 1 paper jurnal, dan sedang menunggu pengumuman dari beberapa paper jurnal yang sudah saya submit, yang Insya Allah bisa memenuhi syarat lulus di lab saya. Dan yang juga penting, kalau sedang berjalan di sepanjang lorong lab sambil membawa genderang <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> , saya sudah nggak rikuh. Genderangnya ini sudah diketahui sama Prof lho &#8230;.</p>
<p>Nanik, apapun yang terjadi, tetaplah berdoa dan berusaha.</p>
<p>Mudah2an sharing pengalaman ini bermanfaat &#8230;.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nanik.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nanik.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nanik.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nanik.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nanik.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nanik.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nanik.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nanik.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nanik.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nanik.wordpress.com/271/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nanik.wordpress.com&blog=1038273&post=271&subd=nanik&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nanik.wordpress.com/2009/07/10/sekarang-lebih-lega/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03cdcf9df002b3c5734fb139414f2a99?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nanik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hani main piano</title>
		<link>http://nanik.wordpress.com/2009/07/10/hani-main-pian/</link>
		<comments>http://nanik.wordpress.com/2009/07/10/hani-main-pian/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Jul 2009 04:09:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nanik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak-anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nanik.wordpress.com/?p=266</guid>
		<description><![CDATA[Hari Rabu kemarin, setelah men-submit satu paper ke jurnal, saya mengingat-ingat &#8220;hutang pekerjaan&#8221; yang belum terselesaikan. Ketemu 2. Yang pertama, me-review 4 paper untuk International Conference di Jurusan. Yang kedua, meng-upload video Hani pas main piano di Fuji Grand.
Untuk urusan conference di Jurusan, awalnya cuma diminta untuk mereview 2 paper. Dan itu sudah saya selesaikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nanik.wordpress.com&blog=1038273&post=266&subd=nanik&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Hari Rabu kemarin, setelah men-submit satu paper ke jurnal, saya mengingat-ingat &#8220;hutang pekerjaan&#8221; yang belum terselesaikan. Ketemu 2. Yang pertama, me-review 4 paper untuk International Conference di Jurusan. Yang kedua, meng-upload video Hani pas main piano di Fuji Grand.</p>
<p>Untuk urusan conference di Jurusan, awalnya cuma diminta untuk mereview 2 paper. Dan itu sudah saya selesaikan awal Juni. Tapi, setelah itu dikirimi lagi 4 paper, yang waktu pengerjaannya bersamaan dengan waktu penulisan paper saya sendiri. Jadi, saya nggak sempat menyentuh 4 paper tersebut sd saya menyelesaikan paper saya. Akhirnya, molooor &#8230;. Baru hari Kamis kemarin, hasil review saya kirim ke teman-teman di Jurusan. Mudah-mudahan belum kadaluwarsa.</p>
<p>Kalau upload video, ini adalah janji saya ke bu Iyan, yang bela-belain datang bareng mbak Kamel and cs (Fida chan, Lia chan, Maira chan) ke Fuji Grand untuk melihat penampilan Hani. Tapi sayang seribu sayang, datangnya telat. Mereka tiba di tempat pertunjukan sesaat setelah sesi 1 (groupnya Hani) selesai tampil. Bu Iyan, ini videonya. Selamat menikmati <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>[Waduh, saya cari2 kok videonya belum ketemu ....]</p>
<p><strong>[Hehehe ..., ternyata kalau mau upload video di wordpress harus upgrade video/space dulu. Sooo, upload videonya saya titipkan di link berikut. Gomen .... Saya nyupliknya juga cuman se-upil <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ]</strong></p>
<p><a href="http://ludihariyanto.multiply.com/video/item/12/20090607HaniMainPianoFujiGrand.wmv">http://ludihariyanto.multiply.com/video/item/12/20090607HaniMainPianoFujiGrand.wmv</a></p>
<p>Lagu yang dimainkan berjudul Gurasu no Kutsu atau sepatu kaca, yang diadopsi dari cerita Cinderela. Meski nggak bagus-bagus amat, lumayan deh buat hiburan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Setelah tampil, Hani bilang,&#8221; Bu, tadi ada 3 yang salah.&#8221;<br />
&#8220;Oh ya? Nggak pa-pa. Yang penting sudah selesai &#8230;.&#8221; Meski saya rasa, kesalahannya lebih dari 3 &#8230;.</p>
<p>Bu Iyan &#8230;, sudah lunas ya hutangnya &#8230;. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nanik.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nanik.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nanik.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nanik.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nanik.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nanik.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nanik.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nanik.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nanik.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nanik.wordpress.com/266/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nanik.wordpress.com&blog=1038273&post=266&subd=nanik&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nanik.wordpress.com/2009/07/10/hani-main-pian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03cdcf9df002b3c5734fb139414f2a99?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nanik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bubur Sapar ala kampungku</title>
		<link>http://nanik.wordpress.com/2009/02/01/bubur-sapar-ala-kampungku/</link>
		<comments>http://nanik.wordpress.com/2009/02/01/bubur-sapar-ala-kampungku/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Feb 2009 03:08:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nanik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata Kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nanik.wordpress.com/?p=259</guid>
		<description><![CDATA[Pagi ini, aku teringat dengan bubur sapar ala kampungku, yang sangat melimpah saat bulan Sapar tiba. Setting ingatanku terjadi saat aku dan keluargaku tinggal serumah bersama orangtuaku, pada saat Roy masih berumur 2 tahun dan Hani berumur 5 tahun. Sebelumnya, setelah aku menikah dan sebelum Roy lahir, aku tinggal di rumahku sendiri, kurang lebih 50 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nanik.wordpress.com&blog=1038273&post=259&subd=nanik&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pagi ini, aku teringat dengan bubur sapar ala kampungku, yang sangat melimpah saat bulan Sapar tiba. Setting ingatanku terjadi saat aku dan keluargaku tinggal serumah bersama orangtuaku, pada saat Roy masih berumur 2 tahun dan Hani berumur 5 tahun. Sebelumnya, setelah aku menikah dan sebelum Roy lahir, aku tinggal di rumahku sendiri, kurang lebih 50 meter dari rumah orangtuaku. Setelah Roy lahir, orang tua memintaku untuk tinggal bersama mereka. Mungkin ibuku khawatir cucu-cucunya jadi kurang perhatian, mengingat kesibukanku dan suamiku bekerja. Aku sih sangat senang bisa tinggal bersama ibu, karena bisa lepas dari dua tugas sulit yang sering membuatku stress, yaitu manajemen masak dan manajemen beres-beres rumah. </p>
<p>Kami menyebut rumah orang tuaku dengan “rumah besar”, karena rumahnya memang rumah ala kampung yang besar. Rumahnya berdiri di tengah kebun yang cukup luas, yang ditanami pohon rambutan, pohon pisang, pohon mangga, pohon nangka, jagung, pohon pepaya, pohon durian, ketela pohon, bayam, cabe, kacang panjang, kunci, jahe dll. Pokoknya, untuk keperluan sayur mayur dan bumbu sehari-hari, kami tidak perlu beli di pasar. Bahkan tetangga kiri kanan seringkali ikut serta menikmati hasil kebun kami. </p>
<p>Saking besarnya ”rumah besar” (menurutku lho), kami kewalahan untuk membersihkannya. Ada ruang tamu yang luas; dua kamar besar, satu ditempati bapak ibu dan satu lagi kutempati bersama suami, Hani dan Roy; 4 kamar berukuran sedang, satu ditempati mbah Yut (buleknya ibu), satu lagi ditempati Sus (keponakan bapak), satu lagi ditempati Khol (pengasuh Hani dan Roy), dan satu lagi kosong; dapur dan ruang makan yang luas; mushola kecil (cukup untuk dua orang, tempat sholat favorit bapak dan ibu); mushola besar (cukup untuk 15 orang, digunakan sebagai tempat ngaji setiap Senin malam); 3 kamar mandi; gudang; garasi; ruang keluarga (tempat bapak biasanya ditonton oleh televisi, bukan bapak menonton televisi); teras super besar (yang setiap hari Senin digunakan sebagai tempat rapat anggota koperasi yang diketuai ibuku, bisa menampung sd 100 orang lebih); pelataran depan rumah yang berukuran sama dengan lapangan badminton. Beberapa hari sekali, ibu meminta tolong yu Pasi dan mbak Narti untuk bersih-bersih rumah total, mulai dari menyapu dan mengepel lantai, melap kaca, mencuci korden, menjemur kasur dan bantal, membersihkan peralatan dapur, dll, dan meminta tolong pak Yan untuk membersihkan kebun. </p>
<p>Waaah, kok jadi kepanjangan ya cerita tentang rumah besar (maaf, mungkin karena aku sangat sangat sangat rindu dengan suasana rumah besar jaman dulu). Kembali ke bubur sapar yaaa &#8230;. Bubur sapar itu terbuat dari tepung (entah tepung beras atau tepung ketan ya? Maaf, lupa), yang dibentuk bulat-bulat (sedikit lebih besar dari kelereng), terus dimasukkan ke dalam rebusan air gula merah. Setelah matang, akan berbentuk bubur berwarna coklat tua yang manis dengan bulatan-bulatan kenyal berwarna coklat muda yang gurih. Disajikan dengan santan kental. Slurrrp …, enak tenan. </p>
<p>Nah, di bulan Sapar, hampir setiap hari kami mendapat hantaran bubur sapar secara bergiliran, dari saudara dan tetangga satu kampung. Dari sekian banyak hantaran, tidak ada bubur sapar yang rasanya persis sama, pasti ada beda-beda tipis di rasa kenyal, gurih dan manisnya. Seisi rumah menyukai (ada yang agak suka, suka aja, suka banget) bubur sapar. Bapak dan aku termasuk yang “suka banget”. Kami biasanya menyabet duluan bubur sapar yang baru dihantar, karena masih fresh dan hangat. </p>
<p>Pada suatu hari Minggu, kami berencana membuat bubur Sapar, untuk hantaran dan untuk konsumsi sendiri. Jadi membuatnya dalam jumlah buuuanyak. Ibu, sebagai manager rumah, mempercayakan pembuatan bubur Sapar kepada mbah Yut, sebagai ketua, dan yu Pasi sebagai wakil ketua. Yang lainnya, sebagai pelaksana, dan bapak sebagai pemerhati. Ibu sendiri, sejak pagi sudah berangkat ngantor (hehehe &#8230; jualan di pasar), pokoknya tahu beres sepulang dari pasar. Beres berarti semua saudara dan tetangga yang ada dalam list sudah menerima hantaran bubur Sapar dan pas Ibu pulang, Ibu bisa menikmati bubur Sapar yang lezat. </p>
<p>Sejak pagi, mbah Yut yang terkenal super ceriwis, berulang kali meneriakkan instruksi, ”Siiii &#8230; (memanggil nama yu Pasi), nek mari kuwi ndang diselepno berase (setelah menyelesaikan itu, segeralah pergi menyelep/menumbuk beras), mengko nganggo panci sing gedhe iki ae (nanti pakai panci besar ini saja), tampahe nggawe telu (pakai tiga tampah), Sus karo Khol sing ngeterke (Sus dan Khol yang menghantarkan), Sholeh ndang dikandhani, kongkon ngeterke Sus karo Khol nang sing adhoh-adhoh (cepat beritahu Sholeh untuk mengantar Sus dan Khol menghantar ke tempat-tempat yang jauh), dll &#8230;.”</p>
<p>Yu Pasi yang saat itu sedang sibuk mengerjakan sesuatu dan berada didekatku, berbisik,” Wis ero &#8230; (sudah tahu).” Aku menyahut,” Aku yo wis ero (aku juga sudah tahu).” Dan kami berdua cekikikan. </p>
<p>Karena tidak mendengar respon dari yu Pasi, mbah Yut kembali berteriak,” Siiii …, kowe ki krungu po ora tho (Pasi, kamu ini dengar atau tidak?).” </p>
<p>“Enggeh mbah … krungu (iya mbah … dengar),” Yu Pasi cepat-cepat lari ke mbah Yut, mengambil bungkusan beras yang sudah disiapkan mbah Yut dan berangkat ke tempat selepan (tempat menumbuk beras). </p>
<p>Sepulang dari tempat selepan, yu Pasi membuat adonan tepung, plus air, air kapur, garam. Saat adonan tepung siap untuk dibentuk menjadi bulatan-bulatan kecil, pasukan pelaksana segera menyerbu. Aku, Sus, Khol, Hani, Roy plus teman-teman Hani dan Roy (Tita, Deni, Saiful) yang hampir tiap hari bermain di rumah, ditambah dengan gerombolan adikku Nur dan dua anaknya (Nisa dan Ina) yang tiap Minggu selalu stand-by di rumah besar. Mbah Yut seperti biasa mengeluarkan titah ini, itu, memarahi si A, si B,” Tit … lek ngunder-ngunder ojo gedhe-gedhe tho (Tita, bulatannya jangan besar-besar), Deni karo Saiful ki wes ngrusuhi ae (Deni dan Saiful mengganggu saja), dll.” Anak-anak benar-benar having fun dengan kegiatan &#8220;ngunder-ngunder&#8221; ini. Sementara bapak, sang pemerhati, hanya senyum-senyum sambil sesekali garuk-garuk kepala.</p>
<p>Walhasil, jadilah bubur Sapar “kocak”, karena bulatannya yang benar-benar tidak seragam. Variance-nya sangat besar. Mulai dari yang kecil mungil buatan Ina, sampai dengan yang segedhe bola bekel buatan Hani. Begitu bubur masak, semua pasukan pelaksana kecil makan bersama di teras besar. “Uuuenak …,” kata mereka. Bener lho, rasanya sangat enak. Tapi mbah Yut sangat tidak puas dengan hasil ini. Sampai sore beliau terus menggerutu gara-gara bubur Sapar yang tidak seragam. </p>
<p>Inilah sepenggal kerinduanku tentang bubur Sapar, tentang kebersamaan di rumah besar. Kalau aku kembali pulang, tak kan mungkin lagi kurasakan kebersamaan seperti waktu itu. Karena sekarang, mbah Yut sudah meninggal, Sus sudah menikah dan tinggal bersama suaminya, Khol sudah pulang ke rumahnya (mungkin akan segera menikah). Sama halnya dengan tak mungkin lagi kurasakan nikmatnya nyemil paket Cheeseburger dari pintu tol Mayjen Sungkono sd pintu tol Gempol, karena sekarang ruas tol Porong – Gempol sudah ditutup, tertutup lumpur Lapindo. Semuanya, sekarang hanya begitu indah dalam bayangan &#8230;.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nanik.wordpress.com/259/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nanik.wordpress.com/259/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nanik.wordpress.com/259/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nanik.wordpress.com/259/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nanik.wordpress.com/259/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nanik.wordpress.com/259/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nanik.wordpress.com/259/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nanik.wordpress.com/259/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nanik.wordpress.com/259/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nanik.wordpress.com/259/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nanik.wordpress.com&blog=1038273&post=259&subd=nanik&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nanik.wordpress.com/2009/02/01/bubur-sapar-ala-kampungku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03cdcf9df002b3c5734fb139414f2a99?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nanik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Antara pintu tol Mayjen Sungkono sampai  dengan pintu tol Gempol</title>
		<link>http://nanik.wordpress.com/2009/01/31/antara-pintu-tol-mayjen-sungkono-sampai-dengan-pintu-tol-gempol/</link>
		<comments>http://nanik.wordpress.com/2009/01/31/antara-pintu-tol-mayjen-sungkono-sampai-dengan-pintu-tol-gempol/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Jan 2009 06:58:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nanik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata Kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nanik.wordpress.com/?p=253</guid>
		<description><![CDATA[Akhir-akhir ini, mungkin karena perubahan hormon dalam tubuhku, aku jadi sering membayangkan dan merindukan kebiasaan-kebiasaan masa lalu, terutama yang berhubungan dengan makanan. Aku sangat rindu makanan McD ala Indonesia, rujak Taqwa, urap-urap, rawon, pangsit mie ayam, bakso, tahu campur, dll. Aku rindu makan bakso pak Kumis bersama anak-anak dan keponakan di emperan ruko BNI, rindu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nanik.wordpress.com&blog=1038273&post=253&subd=nanik&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Akhir-akhir ini, mungkin karena perubahan hormon dalam tubuhku, aku jadi sering membayangkan dan merindukan kebiasaan-kebiasaan masa lalu, terutama yang berhubungan dengan makanan. Aku sangat rindu makanan McD ala Indonesia, rujak Taqwa, urap-urap, rawon, pangsit mie ayam, bakso, tahu campur, dll. Aku rindu makan bakso pak Kumis bersama anak-anak dan keponakan di emperan ruko BNI, rindu sapaan Yu Pasi yang menawarkan kopi.  Yu Pasi itu tetangga depan rumah yang setiap hari lebih dari dua kali melakukan inspeksi ke rumah. Selalu mencari tahu apakah ada sesuatu yang perlu dibereskan. Begitu nongol Yu Pasi sering menawarkan,”Kopi?” Biasanya sih aku selalu menjawab,”Ya &#8230;ya. Segelas aja. Nanti paruhan ya?” Meskipun akhirnya, kopi enak buatan Yu Pasi kuhabiskan sendiri.</p>
<p>Banyak yang kurindukan. Banyak pula yang ingin kutuliskan. Kali ini, aku tulis kerinduanku akan McD ala Indonesia, dan cara menyantapnya ala aku. Begini ceritanya &#8230;.</p>
<p>Saat menyusuri jalan Mayjen Sungkono, jam tanganku menunjuk ke pukul 5 sore. Perutku berbunyi,” Kukuruyuk &#8230; kukuruyuk &#8230;”, seperti suara ayam betina yang berkokok malu-malu. Baru inget, tadi siang belum makan. Lapar &#8230;. Pengen makan sesuatu aaah. Tapi yang nggak pakai menghentikan mobil, supaya waktu perjalanan nggak terpotong hanya untuk makan. Artinya, aku akan menjalankan plan McD, salah satu plan favorit saat nyetir mobil.</p>
<p>Menjelang pintu masuk tol Mayjen Sungkono, kubelokkan mobil ke Mc Donald. Buat aku, lokasi Mc Donald cabang Mayjen Sungkono yang berada tepat sebelum pintu masuk tol, benar-benar strategis, karena sangat memudahkanku saat kelaparan sepulang kerja. Kubeli paket Cheeseburger melalui drivethrough. Aku nggak perlu turun dari mobil. Cukup melewatkan mobil ke lintasan drivethrough, memesan makanan di loket pertama, terus mengambil makanan dan membayar di loket kedua. Praktis &#8230;. Waktu itu, paket Cheeseburger terdiri dari setangkup roti burger dengan isi daging, keju, selada, tomat, timun kecut dan mayonese; sekotak kentang goreng; segelas kertas coca-cola (yang bisa dituker sprite, lemon tea atau yang lain); lengkap dengan sedotan, saus tomat sachet, sambal tomat sachet dan tissue. Harganya kurang lebih 20 ribu rupiah. Itu sekitar 3 tahun lalu. Mungkin sekarang sudah beda. </p>
<p>Sebelum keluar dari wilayah McD, aku berhenti sejenak untuk menata paket Cheeseburger di kursi kosong sebelahku, supaya aku bisa menikmatinya sambil nyetir tanpa kesulitan. Pertama, kusruput minuman. Segarrr &#8230;! Surabaya meski sudah sesore ini tapi masih tetep aja panas. Terus, kuletakkan gelas kertas dengan posisi yang aman supaya tidak tumpah, kubuka bungkus burger dan kuletakkan berjajar dengan kentang goreng dan tissue. Semua makanan kuletakkan dalam jangkauan tanganku. Aku tak menyentuh saus dalam sachet, karena aku lebih menyukai rasa cheese burger yang original tanpa saus-sausan. Untuk kentang goreng, sebenarnya lebih enak kalau makannya di-cocol dulu dengan sambel tomat. Tapi karena “mencocol “ susah dilakukan sambil nyetir, jadi kentang goreng pun dimakan polosan. Setelah semua tertata, yooosh &#8230;, aku siap melanjutkan perjalanan pulang ke rumah yang masih butuh waktu minimal sejam lagi.</p>
<p>Setelah melewati pintu masuk tol Mayjen Sungkono, dimulailah prosesi makan sambil nyetir, yang waktu itu sepertinya biasa-biasa saja, tapi sekarang menjadi sesuatu yang nikmat sekali dalam bayangan. Sambil mendengarkan radio Suara Surabaya, megang setir dengan tangan kanan, kadang-kadang ngopling dengan tangan kiri, satu-satu kentang goreng masuk ke mulutku, diselingi dengan seteguk dua teguk lemon tea dan segigit dua gigit burger. Gurih &#8230;. Segar &#8230;. Enak &#8230;. Asyik &#8230;. Menjelang pintu keluar tol Gempol, paket Cheeseburger-ku sudah ludes. Kenyang dan siap untuk menempuh rute Gempol – Pandaan – rumah. Inilah kenangan nyemilku antara pintul tol Mayjen Sungkono sd pintu tol Gempol. (Btw, kok nggak ada yang bikin lagu kenangan nyemil di antara dua kota yach, nyaingin lagu kenangan cinta antara Anyer dan Jakarta &#8230;.)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nanik.wordpress.com/253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nanik.wordpress.com/253/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nanik.wordpress.com/253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nanik.wordpress.com/253/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nanik.wordpress.com/253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nanik.wordpress.com/253/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nanik.wordpress.com/253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nanik.wordpress.com/253/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nanik.wordpress.com/253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nanik.wordpress.com/253/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nanik.wordpress.com&blog=1038273&post=253&subd=nanik&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nanik.wordpress.com/2009/01/31/antara-pintu-tol-mayjen-sungkono-sampai-dengan-pintu-tol-gempol/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03cdcf9df002b3c5734fb139414f2a99?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nanik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kekuatan doa dan shalat Lail Ibu</title>
		<link>http://nanik.wordpress.com/2009/01/14/kekuatan-doa-dan-shalat-lail-ibu/</link>
		<comments>http://nanik.wordpress.com/2009/01/14/kekuatan-doa-dan-shalat-lail-ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jan 2009 14:01:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nanik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Menarik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nanik.wordpress.com/?p=248</guid>
		<description><![CDATA[(Artikel ini disadur dari majalah Hidayatullah)
Sendirian mengantarkan delapan anaknya menjadi orang berilmu dan shalih. Salah seorang di antaranya bahkan menjemput syahid.
Hari itu, 30 tahun lalu, duka menyelimuti Musa’adah. Muhammad Basri, suaminya tercinta dipanggil Allah. Ia ditinggali enam orang anak dan bayi yang masih dalam kandungan (belakangan diketahui anak di dalam kandungan itu kembar dua). Status [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nanik.wordpress.com&blog=1038273&post=248&subd=nanik&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>(Artikel ini disadur dari majalah Hidayatullah)</p>
<p>Sendirian mengantarkan delapan anaknya menjadi orang berilmu dan shalih. Salah seorang di antaranya bahkan menjemput syahid.</p>
<p>Hari itu, 30 tahun lalu, duka menyelimuti Musa’adah. Muhammad Basri, suaminya tercinta dipanggil Allah. Ia ditinggali enam orang anak dan bayi yang masih dalam kandungan (belakangan diketahui anak di dalam kandungan itu kembar dua). Status janda saja sudah menjadi beban tersendiri, apalagi ditambahi delapan anak yang masih kecil-kecil, jelas merupakan beban yang amat berat. Namun Sa’adah, demikian ia biasa dipanggil, tak ingin lama-lama larut dalam kesedihan. Bagaimanapun, kehidupan harus berjalan terus.</p>
<p>Semasa hidupnya, Basri membuka toko kelontong di Kartasura Solo, Jawa Tengah, untuk menafkahi keluarganya. Namun, setelah ia meninggal, toko itu mengalami kemunduran hingga bangkrut. Sa’adah pun memboyong anak-anaknya ke Tempursari Solo, tanah kelahirannya.</p>
<p>Di Tempursari, segala usaha dilakukan oleh perempuan yang lahir 66 tahun yang lalu ini. Mulai dari buka warung kecil-kecilan hingga tukang kredit pakaian. Selama menikah dengan Basri, Sa’adah hanya fokus dalam mengasuh dan merawat anak-anaknya. Kini, ia harus memeras keringat dan membantin tulang, demi buah hatinya.</p>
<p>Tiap malam ia mengadu kepada Allah Ta’ala agar diberi kemudahan dan ketabahan dalam menjalani hidupnya. Ia bertekad mengantarkan anak-anaknya meraih pendidikan setinggi-tingginya.</p>
<p>Dalam menjalankan usaha kreditan baju, Sa’adah mengaku hanya bermodal kejujuran dan amanah. “Kalau kita tidak jujur, rezeki itu tidak akan berkah. Saya hanya mencari keberkahan walaupun sedikit,” katanya.</p>
<p>Sa’adah bersyukur, ketika ditinggal suaminya, ia tidak memiliki hutang sepeser pun. Ia juga berusaha agar tidak berhutang, betapapun sulitnya kehidupan yang ia hadapi. “Saya paling takut kalau punya hutang,” prinsipnya.</p>
<p>Keteguhan hati dan kerja keras yang diiringi doa pada Sang Kuasa, akhirnya membuahkan hasil. Sa’adah mampu mengantarkan anak-anaknya menjadi orang-orang berilmu. Dua di antaranya bahkan meraih gelar doktor, Dr. Mu’inudinillah Basri, MA (putra kedua) dan Dr. Setiawan Budi Utomo, MM (putra ketiga). “Alhamdulillah, semua ini berkat rahmat Allah. Kalau tidak, mana mungkin bisa. Apalagi kalau dihitung secara matematis,” ujarnya.</p>
<p>Rata-rata anak-anak Sa’adah mendapatkan beasiswa ketika menempuh studi S1. Mu’in dan Budi bahkan mendapat beasiswa hingga ke jenjang S3. Mu’in mendapat beasiswa sejak di LIPIA Jakarta. Berbekal prestasinya yang mengagumkan, selalu peringkat pertama, ia ditawari melanjutkan studi S2 di Saudi Arabia. Tak hanya S2, di negeri petro dolar itu pula Mu’in mendapatkan gelar doktornya. Demikian pula dengan Budi, semua jenjang pendidikannya, mulai dari S1 hingga S3 ditempuh dengan beasiswa.</p>
<p>Sa’adah lebih mementingkan pendidikan agama bagi anak-anaknya ketimbang pendidikan umum. Anak-anaknya ia sekolahkan di madrasah dan pondok pesantren. “Sejak dulu saya bercita-cita punya anak-anak yang jadi ulama,” katanya.</p>
<p>Ia pun mengarahkan mereka supaya belajar secara serius dan sungguh-sungguh agar mendapatkan beasiswa. Sa’adah sadar dengan kondisi ekonomi keluarganya yang pas-pasan. Oleh karena itu, ia meminta anak-anaknya untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan belajar.</p>
<p>Alasan lain yang membuatnya lebih memilih pendidikan pesantren ketimbang pendidikan umum adalah, karena ia ingin melihat anak-anaknya bisa menghafal al-Qur’an. Setiap malam, ketika shalat Tahajjud, Sa’adah selalu berdoa agar anak-anaknya bisa hafidz (penghapal al-Qur’an). Do’a Sa’adah dikabulkan Allah, empat anaknya berhasil hapal al-Qur’an. Mereka adalah Mu’inudinillah Basri, Setiawan Budi Utomo, dan si kembar Ahmad Syafiuddin dan Ahmad Nurdin (almarhum). “Alhamdulillah, saya bersyukur karena doa saya dikabulkan”, ujar Sa’adah terharu.</p>
<p>Menurut nenek tujuh belas cucu ini, hal terpenting yang ia tekankan pada anak-anaknya adalah tentang keseriusan dan kedisiplinan serta tidak melupakan shalat lima waktu. Hal inilah yang dapat mengundang rahmat dan berkah Allah Ta’ala.</p>
<p>Satu hal yang dipesankan Sa’adah. Jagalah lidah agar tidak mengeluarkan omongan yang tidak baik. Karena, kata Sa’adah, ucapan adalah do’a. Ia sering miris melihat orang tua mengatai anak-anaknya dengan kata-kata yang buruk ketika anak-anaknya berbuat nakal. ”Saya sampai istighfar berkali-kali jika melihat hal yang demikian. Berhati-hatilah kalau berkata-kata yang tidak baik pada anak-anak!” pesannya. </p>
<p>Sa’adah juga selalu mendidik anak-anaknya agar peduli dan berempati dengan penderitaan orang lain. Menurutnya, setiap memperoleh rezeki, kita harus sadar bahwa di situ ada hak orang lain. “Jangan eman (sayang) dalam membantu orang!” nasehat yang selalu ia sampaikan.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nanik.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nanik.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nanik.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nanik.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nanik.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nanik.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nanik.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nanik.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nanik.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nanik.wordpress.com/248/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nanik.wordpress.com&blog=1038273&post=248&subd=nanik&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nanik.wordpress.com/2009/01/14/kekuatan-doa-dan-shalat-lail-ibu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03cdcf9df002b3c5734fb139414f2a99?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nanik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Crisis of Confidence</title>
		<link>http://nanik.wordpress.com/2008/12/04/crisis-of-confidence/</link>
		<comments>http://nanik.wordpress.com/2008/12/04/crisis-of-confidence/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Dec 2008 04:39:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nanik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Research]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nanik.wordpress.com/?p=242</guid>
		<description><![CDATA[Now, here I am, standing with uncertain feeling and half of confidence. I must finish this puzzle “Pattern Drawing”, the idea of research which I am almost sure (but I can not be sure) that no one ever worked in it.
Here I am, bringing a piece of unclear map and old-tired brain, ready (?) to [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nanik.wordpress.com&blog=1038273&post=242&subd=nanik&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Now, here I am, standing with uncertain feeling and half of confidence. I must finish this puzzle “Pattern Drawing”, the idea of research which I am almost sure (but I can not be sure) that no one ever worked in it.</p>
<p>Here I am, bringing a piece of unclear map and old-tired brain, ready (?) to fight in battle, to build correct solution of the puzzle. The map is all I have as guidance for exploring big forest in front of me, where pieces of puzzle’s answer be located. I need to pick pieces of correct answer and arrange all of them together. On the map, I can see clearly only three pieces “tensor product b-spline surface”, “wavelet based multiresolution representation of tensor product b-spline surface”, and “subdivision surface”, but other pieces are dark; the map doesn’t tell me where they are located. I don’t know whether the 3 pieces of answer are the correct answers of my puzzle or not; and I must explore the dark forest to find other pieces. The puzzle is big and difficult. Can I solve it?</p>
<p>Here I am, smiling and almost crying. No one help me. No one give me guidance “what pieces I should take”, “which way in the forest I should take to pick the correct pieces”, “how I should arrange the pieces”. Why do they give me unclear map? Why do they not give me a candle that I can bring to explore the dark forest? It seems that my study is “my own” problem. I even don’t know who “they” are.</p>
<p>Here I am, with no other choice except “just do it”. Uuuhhh &#8230;. Then,“Bismillah”. I’ll explore the forest. </p>
<p>*My puzzle is describing a method for drawing patterns on multiresolution surface along a set of user-defined curves, which allows easily features creation on surface just like drawing a sketch in 2D using a palette of patterns.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nanik.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nanik.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nanik.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nanik.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nanik.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nanik.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nanik.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nanik.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nanik.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nanik.wordpress.com/242/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nanik.wordpress.com&blog=1038273&post=242&subd=nanik&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nanik.wordpress.com/2008/12/04/crisis-of-confidence/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03cdcf9df002b3c5734fb139414f2a99?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nanik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hari ini sibuk sekali ….</title>
		<link>http://nanik.wordpress.com/2008/09/30/hari-ini-sibuk-sekali-%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://nanik.wordpress.com/2008/09/30/hari-ini-sibuk-sekali-%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Sep 2008 12:00:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nanik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak-anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nanik.wordpress.com/?p=229</guid>
		<description><![CDATA[Jam 3:30 sore. 
“Pingpong ….” 
Saya terhenyak, menghentikan ketikan. Belum sempat berpikir lebih jauh, terdengar lagi suara bel dipencet tiga kali dengan tergesa-gesa. ”Pingpong &#8230;, pingpong &#8230;, pingpong ….”
Hani! Pikiran saya reflek mengarah ke anak perempuan saya. Jam segini adalah jam kepulangan Hani dari sekolah. “Roy! Mbak Hani datang. Tolong pintunya dibuka …,” saya berteriak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nanik.wordpress.com&blog=1038273&post=229&subd=nanik&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Jam 3:30 sore. </strong></p>
<p>“Pingpong ….” </p>
<p>Saya terhenyak, menghentikan ketikan. Belum sempat berpikir lebih jauh, terdengar lagi suara bel dipencet tiga kali dengan tergesa-gesa. ”Pingpong &#8230;, pingpong &#8230;, pingpong ….”</p>
<p>Hani! Pikiran saya reflek mengarah ke anak perempuan saya. Jam segini adalah jam kepulangan Hani dari sekolah. “Roy! Mbak Hani datang. Tolong pintunya dibuka …,” saya berteriak ke Roy, yang posisi bermainnya lebih dekat dengan pintu depan dibandingkan sy yang sedang mojok di sudut kamar. </p>
<p>Roy tidak bergerak.</p>
<p>”Pingpong &#8230;, pingpong &#8230;, pingpong …,” suara bel berdering lagi.</p>
<p>Sepertinya sia-sia mengharap pertolongan Roy. Saya mulai beranjak dari depan komputer. Belum sampai setengah perjalanan ke pintu depan, Roy sudah berlari mendahului. Ini anak &#8230;. Nolongnya selalu nanggung.</p>
<p>Pintu baru terbuka seperempat, ketika ”bruk &#8230; gedebruk &#8230; gedebruk”, Hani yang agak endhut menerobos masuk, melepas sepatu, meletakkan randoseru (tas sekolah), teremos dan tas tempat lain2x (spt obento, suling, kaos dan celana olah raga), sambil menggerutu,” Osoi yo (lambat sekali sih buka pintunya)”. Hani bahkan tidak menghiraukan sambutan ”Okaerinasai” dari adiknya dan ”Wa’alaikumsalam” dari saya. Setelah aksi heboh gedebruk-gedebruk, Hani berteriak, ”Kebelet pipis!!!” sambil berlari ke kamar kecil.</p>
<p>Waduh &#8230;, belum berubah juga kebiasaan nih anak. ”Tadi, di sekolah nggak ke toire ya?” tanya sy penuh curiga.</p>
<p>Wajah Hani yang penuh kelegaan (seolah sudah melepaskan beban berat) menyembul dari pintu toire, ”Di sekolah tadi sudah ke toire. Tapi karena hari ini olah raga, minumnya banyak, jadi kebelet lagi &#8230;”</p>
<div id="attachment_230" class="wp-caption aligncenter" style="width: 375px"><a href="http://nanik.files.wordpress.com/2008/09/sibuksekali1.jpg"><img src="http://nanik.files.wordpress.com/2008/09/sibuksekali1.jpg?w=365&#038;h=274" alt="Hani pulang sekolah" title="sibuksekali1" width="365" height="274" class="size-full wp-image-230" /></a><p class="wp-caption-text">Hani pulang sekolah</p></div>
<p>”Ibu, hari ini PR-nya buuuuanyak. Boleh ya ke rumah Shimada sampai jam setengah enam?” tanya Hani disela-sela kesibukannya ganti baju.</p>
<p>Hampir setiap hari, sepulang sekolah, Hani mengerjakan PR bersama Shimada, teman sekelas yang rumahnya berjarak sekitar 100 m dari rumah kami. Biasanya sih ijinnya cuma 1 jam, dari jam 4 sore sd jam 5, tapi seringkali molor sd jam 5 lewat seperempat atau bahkan lebih. Kalau ditegur pas pulang, jawaban Hani biasanya ”tadi nggak bawa jam, jadi nggak tahu jam berapa” atau ”tadi ngerjain sampai semua PR selesai” atau ”tadi Shimada nunjukin lagu baru”. Ah ya, Shimada san pintar main piano. Menurut cerita Hani, kalau pas boring ngerjain PR, Shimada suka nunjukin kemahirannya main piano. “Hebat lho bu! Main pianonya pakai 10 jari,” promosi Hani tentang Shimada. </p>
<p>”Sampai jam setengah 6 ya?” saya menimbang2x, memikirkan kemoloran yang mungkin terjadi. “Beneran jam setengah 6 …. Nggak pakai lebih.”</p>
<p>“Iya. Ini sudah bawa jam tangan, biar bisa lihat jam.”</p>
<p>“Yo wis. PR hari ini apa sih? Kanji dan sansu (aritmetika)?”</p>
<p>”Sansu nggak ada. Kanji ada, tapi sedikit. Yang buuuanyak, PR Syakai. Sama bu Guru disuruh nulis ”taisetsu na kotoba” yang ada di buku Syakai dari halaman 25 sd 28, terus dari halaman 42 sampai halaman 55.”</p>
<p>Taisetsu na kotoba? Ngerti nggak ya anak ini tentang apa yang harus dikerjakan di PR nya? Jadi penasaran. Nge-tes ah …. Saya buka2x buku Syakai Hani. Pas di halaman 25, saya tunjuk judulnya, “Ini kan yang ditulis? Ini kan taisetsu na kotoba?”</p>
<p>“Bukan,” kata Hani. “Taisetsu na kotoba itu tulisan yang penting2x.”</p>
<p>“Oooh. Jadi ditulis semua yaaa. Kan semuanya penting,” saya berpura2x o’on.</p>
<p>“Ya enggak. Yang ditulis tuh yang ini, terus ini, pokoknya yang penting2x saja,” Hani bersemangat menjelaskan.</p>
<p>Saya tarik napas lega. Berarti Hani tahu apa yang harus dikerjakan. Meski penting menurut Hani belum tentu penting menurut tuntutan pelajarannya, setidaknya kalau Hani tahu (menurut definisinya sendiri), dia akan enjoy menyelesaikan pekerjaannya. Terus terang, so far, saya tidak menuntut terlalu banyak dari Hani. Asalkan Hani enjoy, bisa menyelesaikan sendiri semua PRnya, it’s ok. Masalah hasil (kesempurnaan PR), belakangan &#8230;.</p>
<p>Ah, kembali ke Syakai. Kalau melihat di kamus, Syakai berarti masyarakat. Mungkin, Syakai adalah pelajaran tentang Kemasyarakatan. Isi dari buku paket Syakai adalah penjelasan tentang segala hal (spt jumlah penduduk, lokasi di peta, hasil bumi/laut) dari kecamatan2x yang ada di kabupaten Higashi Hiroshima, cerita tentang rumah sakit, supermaket, pabrik pembuatan minuman, dll. Pernah pada suatu hari Hani cerita tentang jalan2x ke supermaket Fresta beserta semua teman sekelasnya. Terus, PR hari itu adalah membuat koran yang berisi liputan, baik tulisan dan gambar, tentang kegiatan di supermarket. Kalau di Indonesia, pelajaran ini sama dengan apa ya?</p>
<p><strong>Jam 4 sore.</strong><br />
Sambil membawa tas merah muda berisi buku2x PR, Hani pamitan,”Berangkat yaaa. Assalamu’alaikum. Itte kimasu &#8230;.”<br />
”Wa’alaikumsalam. Itterassyai. Jam setengah 6 yaa &#8230; Nggak pakai lebih,” balas saya.<br />
”Hai. Wakarimashita,” teriak Hani sambil berlari menuruni tangga. Aduh. Mudah2xan suara gedebuk2xnya tidak mengganggu tetangga bawah rumah &#8230;.</p>
<p><strong>Jam 5:30 sore lebih sedikit.</strong><br />
”Pingpong &#8230;”<br />
Ternyata tepat waktu juga, pikir saya sambil membukakan pintu.<br />
Hani nongol dengan wajah sibuk,”PRnya belum selesai. Masih banyak.” Hani langsung menuju meja belajarnya, melanjutkan mengerjakan PR. </p>
<p><strong>Jam 6 sore.</strong><br />
Hani istirahat sejenak. Sesibuk apa pun, acara nonton TV di NHK Education dari jam 6 sore sd jam 7 tidak terlewat. Acaranya memang menarik siiih. Saya saja, yang orang dewasa, suka. Sambil nonton “Ojare maru”, “Ramtaro” dan “Tensai Terebi kun MAX”, Hani menikmati makan malam kesukaannya, Indomie kuah pakai telor, plus nasi sedikit, dan teh hangat.</p>
<p><strong>Jam 7 malam.</strong><br />
Hani mengerjakan PR lagi.<br />
“Masih banyak PRnya?” tanya saya.<br />
“Masih.”<br />
“Kalau nggak selesai hari ini, bagaimana?”<br />
”Kalau nggak selesai, bu Guru bisa marah.”<br />
”Biar deh bu Guru marah. Paling2x, teman2x yang lain juga nggak selesai,” kata saya.</p>
<p>Hani tak menghiraukan. Sibuk lagi dengan PRnya. Saya buatkan teh hangat segelas lagi, saya bantu merautkan pensil, saya pijat tangannya tiga kali ketika Hani mengeluh tangannya linu. Iya laaah. Menulis sebanyak itu. Akhirnya, setelah mendapat 6 halaman tulisan lebih sedikit, Hani berkata, ”Owarimashita (selesai)”. </p>
<p>Hhhhh, saya ikutan menarik napas lega. Alhamdulillah, akhirnya selesai juga. Saat itu sekitar jam 9:30 malam.</p>
<p><strong>Jam 10:00 malam kurang sedikit.</strong><br />
Hani siap tidur. Meski berkata, ”Aduuuh, nggak bisa tidur nih”, namun tak sampai 3 menit berikutnya, Hani sudah tak menyahut ketika saya panggil. </p>
<p>Sibuk sekali Hani hari ini. Mudah2xan besok normal kembali, artinya, PR Hani seperti hari biasa, yang bisa sejam selesai. Tidak seperti hari ini, yang butuh 4 jam lebih untuk bisa selesai. Amin3x.</p>
<p>Rabu, 24 September 2008</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nanik.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nanik.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nanik.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nanik.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nanik.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nanik.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nanik.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nanik.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nanik.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nanik.wordpress.com/229/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nanik.wordpress.com&blog=1038273&post=229&subd=nanik&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nanik.wordpress.com/2008/09/30/hari-ini-sibuk-sekali-%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03cdcf9df002b3c5734fb139414f2a99?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nanik</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nanik.files.wordpress.com/2008/09/sibuksekali1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sibuksekali1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Some Links on 2009 Computer Graphics Conferences</title>
		<link>http://nanik.wordpress.com/2008/09/27/some-links-of-2009-computer-graphics-conferences/</link>
		<comments>http://nanik.wordpress.com/2008/09/27/some-links-of-2009-computer-graphics-conferences/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Sep 2008 14:08:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nanik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Research]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nanik.wordpress.com/?p=219</guid>
		<description><![CDATA[The list is ordered by the date of paper submission.
IEEE PacificVis 2009
Location: 
Beijing, China
Time: 
April 20-23, 2009
Important Dates: 
Full paper submission deadline: October 10, 2008
Author Notification: December 1, 2008
Camera-ready papers deadline: December 20, 2008
Interesting
All regular submissions will undergo a rigorous review by the International Program Committee and papers accepted to PacificVis will appear in the [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nanik.wordpress.com&blog=1038273&post=219&subd=nanik&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>The list is ordered by the date of paper submission.</p>
<p><a href="http://vis.buaa.edu.cn/DesktopDefault.aspx?tabindex=1&amp;tabid=16">IEEE PacificVis 2009</a><br />
<strong>Location: </strong><br />
Beijing, China<br />
<strong>Time: </strong><br />
April 20-23, 2009<br />
<strong>Important Dates: </strong><br />
Full paper submission deadline: October 10, 2008<br />
Author Notification: December 1, 2008<br />
Camera-ready papers deadline: December 20, 2008<br />
<strong>Interesting</strong><br />
All regular submissions will undergo a rigorous review by the International Program Committee and papers accepted to PacificVis will appear in the symposium proceedings published by IEEE VGTC. In addition, authors of those papers of particularly outstanding quality will be invited to submit an extended version of their papers to IEEE Transactions of Visualization and Computer Graphics.</p>
<p><a href="http://wscg.zcu.cz/wscg2009/wscg2009.htm">The 17-th International Conference on Computer Graphics, Visualization and Computer Vision&#8217;2009</a><br />
<strong>Location: </strong><br />
University of West Bohemia, Czech Republic<br />
<strong>Time: </strong><br />
February 2 &#8211; 5, 2009<br />
<strong>Important Dates: </strong><br />
Paper registration (recommended):  September 30, 2008<br />
Paper upload: October 15, 2008 13:00 GMT (London time)<br />
Acceptance notification: December 10, 2008<br />
Final version upload: December 20, 2008<br />
Presentation upload: January 28, 2009 13:00 GMT (London time)<br />
<strong>Interesting</strong><br />
Presented and accepted full and communication papers and posters are published in the WSCG proceedings with ISBN. The best selected papers will be published in the regular Journal of WSCG.</p>
<p><a href="http://graphics.cs.williams.edu/i3d09/index.html">ACM Symposium Interactive 3D Games and Graphics 2009</a><br />
<strong>Location: </strong><br />
Radisson Hotel Boston, Boston, MA<br />
<strong>Time: </strong><br />
February 27-March 1 (Fri-Sun), 2009<br />
<strong>Important Dates: </strong><br />
Regular Paper Submission:    October 24, 2008<br />
Authors Notification:    December 5, 2008<br />
Camera ready papers:    December 12, 2008<br />
All deadlines are at 11:59 pm EST<br />
<strong>Interesting</strong><br />
Upon acceptance the best I3D papers will be invited to submit extended versions to appear in an IEEE Transactions on Visualization and Computer Graphics (TVCG) special section on I3D 2009; revised manuscripts will be due in Spring 2009, additional details provided upon acceptance. </p>
<p><a href="http://www.cgi09.org/">Computer Graphics International 2009 (CGI 2009)</a><br />
<strong>Location: </strong><br />
Victoria, British Columbia, Canada<br />
<strong>Time: </strong><br />
May 26 &#8211; 29, 2009<br />
<strong>Important Dates: </strong><br />
Full Paper Submission:    3 November 2008<br />
Acceptance decision due:    8 December 2008<br />
Camera ready:    2 January 2009<br />
<strong>Interesting</strong><br />
Accepted full papers will be published in The Visual Computer. </p>
<p><a href="http://cgcad.thss.tsinghua.edu.cn/SMI2009/">Shape Modeling International 2009 (SMI 2009)</a><br />
<strong>Location: </strong><br />
Beijing, China, hosted by Tsinghua University<br />
<strong>Time: </strong><br />
June 26-28, 2009<br />
<strong>Important Dates: </strong><br />
Full Paper Submission:    December 8, 2008<br />
First review notification:    February 6, 2009<br />
Rebuttal due:    February 14, 2009<br />
Acceptance decision due:    February 16, 2009<br />
Camera ready:    March 2, 2009<br />
<strong>Interesting</strong><br />
The proceedings of SMI&#8217;09 will be published as a special issue of &#8220;Computers and Graphics&#8221; Journal (Elsevier) </p>
<p><a href="http://www.siggraph.org/s2009/">SIGGRAPH 2009</a><br />
<strong>Location: </strong><br />
New Orleans, USA<br />
<strong>Time: </strong><br />
August 3 &#8211; 7, 2009<br />
<strong>Important Dates: </strong><br />
Full Paper Submission:    January 20, 2008 </p>
<p><a href="http://sgp09.mi.fu-berlin.de/index.html">Symposium on Geometry Processing 2009 (SGP 2009)</a><br />
<strong>Location:</strong><br />
Berlin, Germany<br />
<strong>Time:</strong><br />
July 15 to 17, 2009<br />
<strong>Important Dates:</strong><br />
Full Paper Submission:<br />
Authors Notification:<br />
Camera ready:<br />
<strong>Interesting</strong></p>
<p><a href="http://hmi.ewi.utwente.nl/casa09">22nd Annual Conference on Computer Animation and Social Agents (CASA 2009)</a><br />
<strong>Location: </strong><br />
&#8220;Het Trippenhuis&#8221;, Amsterdam, the Netherlands<br />
<strong>Time: </strong><br />
June 17-19, 2009<br />
<strong>Important Dates:</strong><br />
Full Paper Submission:    February 10, 2009<br />
Authors Notification:    March 10, 2009<br />
Camera ready:    April 1, 2009<br />
<strong>Interesting</strong><br />
All accepted full papers, about 35 of them, will be published, at the time of the conference, in a special issue of The Journal of Computer Animation and Virtual Worlds by Wiley. </p>
<p><a href="http://www.iasted.org/conferences/home-652.html">9th IASTED International Conference on Visualization, Imaging and Image Processing (VIIP 2009)</a><br />
<strong>Location: </strong><br />
Cambridge, United Kingdom<br />
<strong>Time: </strong><br />
July 13 – 15, 2009<br />
<strong>Important Dates:</strong><br />
Full Paper Submission:    February 23, 2009<br />
Authors Notification:    March 23, 2009<br />
Camera ready:    May 8, 2009<br />
<strong>Interesting</strong></p>
<p><a href="http://www.artsit.org/">ArtsIT 2009</a><br />
<strong>Location: </strong><br />
Yi Lan, Taiwan<br />
<strong>Time: </strong><br />
September 24 &#8211; 25, 2009<br />
<strong>Important Dates: </strong><br />
Full paper submission: April 30, 2009<br />
Notification of acceptance: June 15, 2009<br />
Camera-ready paper submission: July 15, 2009<br />
Registration of at least one co-author per accepted paper: August 10, 2009</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nanik.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nanik.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nanik.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nanik.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nanik.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nanik.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nanik.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nanik.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nanik.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nanik.wordpress.com/219/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nanik.wordpress.com&blog=1038273&post=219&subd=nanik&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nanik.wordpress.com/2008/09/27/some-links-of-2009-computer-graphics-conferences/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03cdcf9df002b3c5734fb139414f2a99?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nanik</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>