Posted by: nanik on: Maret 8, 2010
Hari Kamis, tanggal 18 Pebruari 2010, mulai jam 10.00 di gedung Engineering ruang C1-112, aku mempresentasikan disertasiku di sidang terbuka yang dihadiri oleh pembimbing disertasi: Professor Harada, para penguji: Professor Morita, Professor Asano, Associate Professor Morimoto, anggota Media Graphics Lab: Hashita dan Wu, anggota Spatial Informatics Lab : Li dan Kavitha, anggota Data Management Lab : Siddique, sahabat2 Indonesia: teh Ela, pak Budi, Dian, mas Roni, Yosi, pak Ardi, pak Unggul, pak Roni Seto. Karena waktu presentasi hanya 45 menit, Prof Harada memintaku untuk mempresentasikan topik utama risetku saja (teknik2 pengeditan pada permukaan multiresolusi berbasis wavelet) dan memotong topik kedua (temu kembali citra menggunakan kansei). Sesi tanya jawab dialokasikan selama 45 menit.
Jarak antara sidang pertama dan kedua cukup lama – hampir dua bulan, membuatku lupa ttg beberapa detil dalam disertasiku. Misalnya, kenapa aku milih a, gak milih b or c or d. Perlu waktu untuk mengingat kembali detil2 tsb, memutuskan apa yang mesti di-omongin di setiap slide (susah juga, semua penting, tapi aku hanya punya 45 menit …) dan menyiapkan jawaban untuk pertanyaan2x yang mungkin akan diajukan.
Jam 9.30 kami berdua (aku dan prof-ku) berangkat menuju ruang presentasi. Aku tidak menawarkan diri untuk membawakan tas projector yang ditenteng Prof Harada karena aku sendiri juga menenteng laptop dan karena aku tahu bahwa tawaranku pasti akan ditolak beliau
Setelah Prof Harada memasang projector dengan dibantu oleh aku, teh Ela dan Dian, kami masih mempunyai waktu beberapa menit sebelum jam 10 – waktu sidang dimulai. Biasanya, menunggu adalah waktu yang membosankan. Tapi kali ini, menunggu adalah waktu yang mendebarkan dan bikin salah tingkah. Dari menit ke menit, satu per satu penguji pun berdatangan. Dan aku semakin linglung, nggak nyaman, karena hanya duduk dan menjadi tontonan. Untunglah, saat-saat linglung itu hanya sebentar saja.
Pada saat presentasi, kucoba sampaikan apa yang telah kukerjakan dalam risetku dalam bahasa dan alur yang semudah mungkin bisa dimengerti (karena yang hadir dalam sidangku tidak semuanya sebidang denganku), kuminimalisir penulisan rumus dan kuhindari bicara cepat (meski nggak stabil, kalau pas semangat – mungkin ngomongnya jadi kecepetan, kalau pas keluar o’onnya – mungkin jadi kelambatan). Di sesi tanya jawab, ada 2 pertanyaan dari Prof Morita, 1 dari Prof Asano, 2 ½ dari Prof Morimoto dan 1 dari Kavitha.
Setelah sesi tanya jawab selesai, aku dan semua yang hadir diminta keluar ruangan, karena tim penguji akan mendiskusikan hasil sidang. Begitu keluar ruang sidang, alhamdulillah, aku merasa plong. Lega …. Bukan hanya lega karena sudah menyelesaikan sidang, tetapi lega karena sudah melewati hal sulit terakhir dari keseluruhan proses studiku selama 3 tahun. Begitu leganya sampai pengen nangis. Pas Dian memberi bunga (mawar putihkah?), saat itu aku merasa terharu dan bahagia. Alhamdulillah, aku tidak sendiri menghadapi masa senang dan sulitku. Dian, thanks for the beautiful flowers. Dian, teh Ela, thanks for the warm hug
Pak Budi, teh Ela, thanks for taking photo and video. Teh Ela, pak Budi, Dian, mas Roni, Yosi, pak Ardi, pak Unggul, pak Roni Seto, thanks for attending my presentation. Sahabat, terima kasih untuk semua perhatian, semua bantuan dan persahabatan.
Kilas balik studi: 2 Pebruari 2007, ujian masuk program Doktor; 1 April 2007, resmi menjadi mahasiswa Doktor; 22 Desember 2009, sidang tertutup; 18 Pebruari 2010, sidang terbuka.
Masa paling sulit: Desember 2008 – September 2009, paper ditolak, hamil dan melahirkan Nana, belajar (lebih keras dari biasanya) dan menulis paper untuk memenuhi syarat lulus.
Masa paling santai: September 2006 – Pebruari 2007, research student and pretend as a single woman.
Wisuda: 23 Maret 2010, Insya Allah.
April 20, 2010 pada 9:30 pm
Semoga ilmu yang diperoleh bermanfaat bagi nusa dan bangsa, Bu Nanik.
Oktober 17, 2010 pada 12:52 am
Terima kasih banyak pak Adit