Posted by: nanik on: September 23, 2008
Hanya melalui diskusi online usai Tadzarus, nggak pakai rapat2xan formal (kedip mbak Nisfu); terlaksanalah acara Pesantren Kilat untuk PI Saijo Juniors pada hari Sabtu, 20 September 2008, jam 09:00 sd 13:00 di Chuokouminkan lantai 2 ruang nomor 1. Sugoi! Salut buat seksi super sibuk acara ini, trio “Rida Sita Dewi”-nya PI Saijo, mbak Hendri, mbak Nisfu, mbak Piti. Acara Sabtu kemarin benar-benar heboh lho.
Salah satu ruangan di Chuokouminkan, yang awalnya hanyalah ruang kelas biasa, disulap menjadi mushola kecil yang cantik. Semua bangku dan kursi dipinggirkan, sebagai gantinya dipasang karpet di tengah ruangan. Hiasan “Ahlan wa Sahlan”, susunan acara dan spanduk ditempel di dinding dan di papan tulis. Layar OHP dipasang di salah satu ujung ruangan, sehingga anak2x bisa melihat tayangan video dengan jelas. Tak ketinggalan, dipasang pula perangkat audio untuk memper-merdu suara bapak/ibu pemandu acara
Eits, masih ada lagi, kalung pokemon untuk setiap peserta dan kartu peraga untuk belajar huruf hijaiyah juga ada lho. Benar2x komplet! Kalau dianalogikan dengan makan rawon niih …; maka nasi, kuah dan daging rawon, menjeng atau tempe goreng, toge (pendek), sambal terasi dan kerupuk udang, semuanya ada.
Sayang, tidak seluruh PI Saijo Junior bisa hadir. Ada yang sedang sakit atau mempunyai kesibukan lain. Total peserta 11 anak, sbb (diurutkan dari yang paling tua): Nabila chan, Hani chan, Trisha chan, Hanna chan, Tiya chan, Rafiif kun, Roy kun, Farid kun, Fida chan, Taqi kun, Lia chan. Peserta tertua 9 tahun dan termuda 8 bulan.
Acara pertama, pembukaan, dibuka oleh mbak Nisfu. Berikutnya, uraian tentang “Makna Ramadhan dalam Bahasa dan Perspektif Anak”, disampaikan oleh ustadz Taufik Djatna, dibantu oleh co-ustadz Aan. Seru deh (baca: “capek deh …”, sambil mengusap jidat), melihat bapak2x ustadz berebut microphone dan berebut bicara dengan para peserta yang semuanya pinter2x. Terus, “Cerita tentang Ramadhan”, disampaikan oleh mbak Nisfu, berbarengan dengan pemutaran video “Upin dan Ipin” yang keren habis. Kalau tertarik, videonya bisa ditonton di sini. Selanjutnya, “Belajar Iqra” yang dipandu oleh mbak Piti, mbak Umi, teh Titin dan mbak Nanik. “Belajar Wudhu” dipandu oleh mbak Nanik, diawali dengan pemutaran video wudhu, dilanjutkan dengan games dan praktek gerakan wudhu bersama-sama. “Belajar Sholat” dipandu oleh mbak Piti, diawali dengan pemutaran video sholat , dilanjutkan dengan praktek gerakan sholat bersama-sama. Terakhir, acara penutup, diisi dengan do’a, pembagian hadiah dan foto bersama.
Senang sekali melihat antusiasme anak2x dalam mengikuti keseluruhan acara Pesantren Kilat. Mudah2xan ”Ramadhan yang ceria” membekas di ingatan mereka. Meski hanya setahun sekali (eh, tahun kemarin ada nggak ya?), mudah2xan Pesantren Kilat ini bermanfaat bagi mereka. Amin3x.
[caption id="attachment_192" align="aligncenter" width="176" caption="Ustadz & co-ustadz, in action"]
[/caption]
Tim sukses
Semua bapak, mbak dan teteh yang namanya tertulis di atas, plus
Teh Euis : meminjam ruangan di Chuokouminkan
Teh Rose : membeli hadiah untuk anak2x
Pak Gus Pur : memutarkan video
Pak Iyan : mengangkut orang dan perlengkapan ke/dari tempat acara (bhs kerennya sie transportasi
)
Pak Ferry : memasangkan layar proyektor
Otsukaresamadeshita ….
Sumber tulisan : Liputan langsung dan mail2x ttg Pesantren Kilat di milis PI Saijo.
Wah wah… ternyata sudah ada liputan Pesantren Kilatnya ^-^
Terima kasih banyak bu Nanik atas liputannya.
Bener kata mbak nisful, mbak nanik ini kayaknya wartawan yang lagi arbaito ngambil s3 di hirodai deh hehehe…
Satu lagi yang saya inget pas pesantren kilat kemaren adalah, betapa semangatnya anak2 waktu ikutan lipet2 kursi dan meja ^-^ sayang gak sempet diabadiin ya bu
dah baca bu, walah rajib banget ibu satu ini. salut salut masih nyempetin waktunya untuk nulis.
dari yg males dan belum tergugah utk nyempetin waktunya demi nulis blog
Dear Ibu Nanik,
Ass.W2,
Wah…..suatu blog yang sudah cukup lengkap dan memberikan banyak informasi ke pembacanya; hebat …
Mengalokasikan waktu berapa jam/hari; atau per minggu, Buk?
Blog saya, ngak pernah nambah tulisan buk,
saya di http://wahyudisutopo.wordpress.com
tapi tulisan tidak berkembang dan cenderung sangat formal;
Salam
Wahyudi Sutopo
Mbak Nanik, asyik baca tulisan mbak Nanik. Semua acara, kegiatan jadi termemori dengan rapi. Btw, acara Pesantren Kilat kemarin tidak hanya berkesan indah di ingatan anak-anak kita tapi juga pada diri saya pribadi. Mudah-2 acara seperti ini bisa terus berkelanjutan di tahun-2 yg akan datang.
Bu Nanik dan juga Ibu2 PI Saijo semuanya yg saya hormati. Bener2 hebat perjuangannya mengadakan pesantren kilat.
Moga adik2 semua (gak pakai kata anak2; serasa masih muda, padahal bentar lagi gabung di grup ke-3 nih hehehe) jadi anak2 yg sholeh dan sholehah, Amiin…
Buat Bu Nanik, makin rajin banget nih nulisnya
Yang baca sampai ketinggalan kereta ;p
September 24, 2008 pada 12:45 am
Mbak, aku jadi curiga…. jangan2 mb nanik ini aslinya wartawan saking aja nyamar dadi dosen….. hayoo ngaku…
) …… mungkin nulisnya sudah deket wkt berbuka puasa ya mbak…hi..hi.
btw, jauh banget mbak, analogi perlengkapan pesantren kilat dan rawon??
hhmmmm (mikir mode on
thanks a lot and keep writing yach….
wassalam