Hi hi hi !

Nongol di Chugoku Shinbun

Posted by: nanik on: September 14, 2008

Shooting Surat Sahabat hari kedua pada tanggal 1 September 2008 yang melibatkan anak saya (Hani) dan dilakukan di SD Kirikushi, pulau Etajima, diliput oleh wartawan Chugoku Shinbun (koran Chugoku). Selain mewawancarai para kru Trans TV, pak wartawan juga mewawancarai saya. Hehehe … jadi kecipratan wawancara nih :) Saya hanya ditanya nama, alamat, aktifitas yang sedang saya lakukan, dan bagaimana ceritanya sampai Hani bisa ikutan shooting. Mudah sekali jawabannya (masih lebih susah menjawab pertanyaan2 Sensei dan Lab mates saat seminar mingguan). Apalagi selama proses wawancara, saya ditemani penerjemah bahasa Jepang – Indonesia yang ok banget. Ibu penerjemah (kalau nggak salah namanya Yamada san) bahkan tidak asing dengan bahasa Indonesia gaul seperti “Capek deh ….” (sambil mengusap jidat).

Setelah pak wartawan berwajah lucu selesai menanyai saya, giliran saya yang menanyai bapaknya. Karena penasaran, ingin segera mengetahui hasil kerja si Bapak (baca: tulisan si Bapak), selama mengekor aktifitas kami, maka saya bertanya, “Kapan beritanya akan dimuat di Koran, pak?”. Jawab bapaknya, “akan diusahakan besok”. Oooh, I see … I see. Walau sebenarnya (iseng-iseng) ingin bertanya yang lain-lain, seperti, nama, alamat, aktifitas yang sedang dilakukan, dan bagaimana ceritanya sampai bisa mengetahui adanya shooting hari ini; saya keep semua pertanyaan itu dalam hati. Takut nanti bapaknya mengira saya juga wartawan, dan sekarang sedang meliput kegiatan beliau yang sedang meliput kami. Hehehe … peace ah!

Malam harinya, sepulang shooting, saya telpon ibu dari temannya Hani, bu Yoshida, menanyakan di mana saya bisa membeli Koran Chugoku edisi besok. Bu Yoshida bertanya dulu tentang kenapa saya ingin membeli Koran Chugoku, dan setelah saya ceritakan alasannya, dia juga bertanya tentang shooting hari itu (pertanyaannya lebih detail ketimbang pak wartawan lho). Setelah itu barulah bu Yoshida menjawab, “ I am not sure, but maybe you can buy at train station or convenient store “. Suaranya terdengar tidak yakin. “Ah, wakarimashita,” kata saya. Lucu yach! Bahasa kami memang gado-gado. Sekali waktu Japanese-japanese, Japanese-english, English-japanese, English-english. Tergantung situasi dan kondisi. Tapi bu Yoshida selalu menggunakan bahasa Inggris untuk menyampaikan informasi yang dia ingin agar saya bisa menangkapnya dengan benar. She knows my English is better than my Japanese.

Besok paginya, setelah mengantar Roy ke perhentian bus, saya berencana pergi ke stasiun untuk membeli koran. Btw, setiap hari Roy naik bus untuk pergi ke TK, yang jaraknya dari rumah sekitar 20 menit naik mobil berkecepatan sedang. Di perhentian bus, iseng-iseng saya bertanya ke Mori san, ibu dari temannya Roy, “Doko de kyou no chugoku shinbun o kaemasuka?” (Hasil belajar nihongo level 2 di kampus) “Kombini,” jawabnya dengan yakin. Seperti yang sudah saya duga, pertanyaan saya membuahkan wawancara yang lain lagi, kenapa ingin beli koran, dimana shootingnya, dll, dll, yang lagi-lagi lebih detail daripada pertanyaan wartawan yang asli. Hehehe …. So, karena Mori san begitu yakin, maka saya urung pergi ke stasiun. Ada kombini “Seven Eleven” yang letaknya dekat dengan apartemen saya. Dan benar, ada ”kyou no Chugoku shinbun” seharga 130 yen di sana, dan wow … berita tentang shooting kemarin nongol di halaman tengah, lengkap dengan foto!

Senang rasanya mengetahui Hani telah punya pengalaman diliput dan nongol di koran Jepang. Hehehe … Ini dia hasil scan “artikel ttg shooting Trans TV di Chugoku Shinbun tanggal 2 September 2008”.

Dan berikut English translation versi Chugoku shinbun dari artikel tersebut. Terima kasih untuk Mori san yang baik hati, yang telah bersusah payah memintakan English translation ke kantor Chugoku shinbun.

School Report in an island Etajima, Japan – Indonesia TV Station.
The crew of Trans TV of Indonesia visited Kirikushi Elementary school in Etajima city on 1st Sep to produce TV program for introducing Japan. They were invited by Foreign Ministry on 25th Aug, as 50th anniversary of diplomatic relations between Japan and Indonesia. They had looked for some schools in islands on internet in advance, and chose three schools throughout Japan. Kirikushi Elementary school is one of them.
Hanifa (8), the third grade of Mitsujo Elementary school in Saijo-cho, Higashihiroshima-city, whose mother is studying at graduate school of Hiroshima University from Indonesia, accompanied them in interview. She enjoyed games and sports with the third grade class of the Kirikushi Elementary school. She also joined in school lunch and clean-up the school building. She was pleased and said “I made friends. I want to come again”.
The program will be broadcast on TV in Indonesia around October, one of the staff, Fraya (29) said, “It’s great that children get over the culture gap and become friendly. I want to teach the importance of friendship”.
… Caption of figure …
TV staff interviewing Hanifa (left), cleaning with students in Kirikushi Elemntary school.

2 Tanggapan ke "Nongol di Chugoku Shinbun"

wah Bu .. pengen liat korannya aku :D

Korannya sudah sy upload pak Ary. Silahkan dinikmati, hehehe … Seperti makanan saja. Btw, enak mana nikmati koran dibanding nikmati kare :)

Tinggalkan Balasan


  • nanik: Amin bu Lilik. Saya ikut berdoa buat ibu.
  • nanik: Saat suami ngurus cuti tahun 2007 lalu, sepertinya enggak terlalu susah (meski ribet juga sih ...). Detailnya sy tidak terlalu paham, yg jelas ada sya
  • fety: mbak nanik senang baca postingan ini, secara lagi mencari semangat sendiri :) mbak, ngurus cuti di luar tanggungan negara itu susah gak yah? boleh sha